Wisata Luar Negri

Wisata Myanmar Tanah Seribu Candi


tanah seribu candi myanmar
Jika di Indonesia ada Kepulauan Seribu yaitu kepulauan dengan beberapa pulau kecil di dalamnya lain halnya jika kita berwisata ke Myanmar yang memiliki object wisata Tanah Seribu Candi, atau biasa di sebut juga Candi bata dikarenakan Candi yang tampak terlihat dari susunan bata-bata merah. Candi tersebut terletak di Myanmar atau Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Birma, disebut "Burma" di dunia Barat) adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005.

Walaupun kegiatan pariwisatanya hingga kini masih kalah jauh dari Malaysia, Indonesia, bahkan Singapura. Pemerintahan junta militer yang berkuasa di negara tersebut membuat segala sesuatunya menjadi begitu ketat dan disiplin. Namun justru karena itulah, berbagai objek wisata dan keadaan negara tersebut masih terlihat sangat alami dan tidak penuh dengan kesemrawutan.

SEJARAH.

Zaman prasejarah Myanmar atau Burma tidaklah berbeda dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Alat-alat khas Asia Tenggara yang muncul pertama kali pada kala pleistosen tengah, alatnya berupa lempengan batu yang diasah pada satu sisi yang sering disebut kapak, buktinya pernah ditemukan didataran tinggi Burma yang dikaitkan dengan periode zaman batu. Dilihat dari temuan diwilayah Burma, sejak zaman prasejarah telah dihuni manusia, jika dilihat dari wilayah lainya seperti Jawa yang menghasilkan alat yang seperti itu adalah Homo Wajakensis sehingga di Burma juga hidup species yang sama seperti di Jawa, maka kehidupan prasejarah di Burma tidaklah berbeda dengan di wilayah Asia Tenggara lainnya. System “Primus Interpares” sangatlah kuat dan kehidupan bercocok tanam (Neolitikum) berkembang pesat di kawasan sepanjang lembah sungai irawady dan sungai-sungai lainnya. Sumber: Wikipedia.

Tanah Seribu Candi, Myanmar

Tanah Seribu Candi berada di sebuah pedalaman bernama Bagan, dimana hutan dan candi-candi Budha-nya masih sangat banyak, wisatawan biasanya berkumpul dikala subuh menjelang untuk menikmati keindahan matahari terbit. Biasanya, dari sebuah candi yang terletak di sebuah bukit di Bagan, akan nampak latar belakang hutan dengan ratusan candi yang bermunculan di antara pepohonan.

Bagan adalah nama sebuah kota lama di Propinsi Mandalay, Myanmar. Dahulu, Bagan bernama Arimaddana (kota penakluk musuh). Ada juga yang menyebutnya Tambadipa atau Tanah Tembaga. Bagan dibangun oleh Raja Anawrahta pada abad ke 11 lalu bekerja sama dengan Srilanka dalam pengembangan ajaran Budha.

Itu sebabnya, candi-candi di Myanmar lebih beraliran candi Budha. Pada beberapa candi, bahkan terdapat patung Budha dengan tinggi 20 meter, dan terbuat dari emas. Ada pula candi dengan patung Budha sedang tidur dengan panjang lebih dari 30 meter.

Bagan, kota seribu kuil yang berada di Myanmar merupakan salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara. Myanmar yang terkenal akan sebutan negeri seribu candi, demikian sebutannya karena adanya ribuan candi yang berada di negara yang dulunya dikenal dengan sebutan negara Burma. Bagan sebuah kota kuno yang berada di wilayah Mandalay Burma (Myanmar) dihiasi dengan pemandangan ribuan candi – candi tua dengan berbagai ukuran, ribuan pagoda kuno, stupa, kuil, aula pentahbisan dan monumen.

Kuil Bagan adalah salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara Berbeda dengan candi – candi lainnya di kawasan Asia. Kota seribu kuil ini memiliki 2 ciri khas warna, yaitu warna putih dan warna merah bata. Candi di Bagan berukuran cukup besar karena digunakan sebagai tempat pemujaan dan mempresentasikan Gunung Meru, salah satu simbol Dewa dan dibangun sebagai tempat ibadah dan belajar bagi para pengikut ajaran Budha dari kawasan Asia, termasuk India, selama kurang lebih 5 abad sejak awal didirikan. Destinasi wisata di KotaBagan yang menarik minat wisatawan antara lain adalah Htilominlo, Shwedagon Pagoda, Mandalay Palace, serta Danau Inle yang eksotis.

Jika traveller ingin menjelajah ke tempat ini perjalanan di awali dengan menuju Bandara Internasional Myanmar. Bandara ini berlokasi di Mingaladon, 15 km dari pusat kota Yangon, dan merupakan bandara internasional utama bagi Myanmar dan bandara kedua terbesar di negara tersebut.

Terminal lama digunakan untuk penerbangan domestik, sedangkan terminal baru yang dibuka tahun 2007 digunakan untuk penerbangan internasional. bandara yang memiliki kapasitas penumpang hingga 2,7 juta penumpang tiap tahun ini, menangani 800,000 penumpang internasional dan 1.2 juta penumpang domestik pada tahun 2006. Semua maskapai Myanmar dan sekitar 16 maskapai internasional beroperasi di bandara ini.

Dari Yangon kamu musti menempuh jarak kira-kira 620km atau 7,5 jam ke arah Utara  menggunakan mobil umum untuk mencapai Bagan yang terletak di kota lama di Propinsi Mandalay, Myanmar.

Rekomendasi Hotel.

Untuk rekomendasi hotel yang termurah berkisar di bawah 500 ribu kamu bisa memilih : Hotel Yadarnabon standar room berkisar antara 300-400 ribu. Hotel Royal Yadarnabon, 200 - 300 ribu, The Hotel Emperor, 300 - 450 ribu. Disana juga ada sebuah hostel loh yang bertarif lebih murah berkisar 150 ribu saja / malam. Untuk yang ingin hotel berkelas dan bertarif di atas 1juta permalam, kamu bisa memilih Shwe Ye Mon Hotel atau Noble Migalar Hotel.

Dari info yang saya berikan semoga dapat membantu para traveller untuk menuju ke lokasi, semoga bermanfaat. Happy travelling.



About Fifi Damayanti

Mantan karyawan swasta, senang menulis, browsing, belajar sesuatu yang baru, wirausaha, shopping dan traveling. My Quotes is: "Another way to love your country is to go across your land and other ways to thank God is to enjoy all creation around the world".

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.