Life Style

Memanfaatkan rasa kecewa menjadi untung - bagian 1

rasa kecewa mendatangkan keuntungan
Mengalami rasa kecewa bisa datang pada siapa saja, seperti dalam hubungan berpacaran, pertemanan, rumah tangga. Ada juga yang kecewa menjadi karyawan, menjadi atasan, menjadi pedagang, menjadi pengusaha bahkan bagi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan. Bagi sebagian orang rasa kecewa bisa berkepanjangan dan berakar, pemikiran negatif yang menari-nari dalam fikiran dapat membuat rasa kecewa tersebut semakin kuat dan sulit dihilangkan.

Lain halnya bagi seseorang yang bisa menguasai dirinya sendiri, dapat mengendalikan fikiran negatif tersebut kearah yang positif yang pada akhirnya rasa kecewa tersebut dapat dengan mudah dihilangkan.

Pernahkah dikecewakan pasanganmu? Pernahkah dikecewakan temanmu? Pernahkah mengalami kekecewaan dalam berumah tangga? Dari ketiga pertanyaan tersebut salah satunya pasti ada yang pernah mengalaminya.

Mari lebih spesifik lagi pertanyaannya sesuai dengan kegiatan yang digeluti. Pernahkah kecewa menjadi karyawan? Pernahkah kecewa menjadi atasan? Pernahkah kecewa menjadi pedagang? Pernahkah kecewa menjadi pengusaha? Jika jawabanya pernah, rasa kecewa yang di alami sebenarnya lebih mengarah kepada ketidak puasan atas apa yang di tekuni.

Jika menyadari ini sebagai sebuah tantangan yang harus di atasi, rasa kecewa dapat dengan mulus dilewati walaupun dalam melewatinya akan menemukan tantangan-tantangan baru yang bisa lebih berat lagi. Tetapi jika rasa kecewa tersebut dianggap sebagai sebuah penyakit kronis yang mengancam atau dianggap sebagai sebuah tembok besar yang tinggi dan sulit dilewati, tidak ada salahnya untuk beralih dari kegiatan tersebut dan menekuni bidang lain yang lebih mudah dan enjoy untuk dikerjakan.

Baca Juga :


Mungkin ada yang bertanya, mengapa harus beralih ke suatu bidang yang sudah digeluti tersebut? Jawaban paling dasar adalah karena rintangan yang Anda hadapi melebihi batas kemampuan yang Anda miliki. Batas kemampuan tersebut bukan hanya soal kemampuan berfikir dan energi yang Anda miliki saja. Pertimbangan waktu, pertimbangan tujuan hidup dan keadaan lingkungan juga dapat mempengaruhi.

Saya akan berikan ilustrasi sedikit tentang seseorang yang mempunyai pekerjaan sebagai karyawan. Bagi seseorang karyawan yang belum pernah menikah memiliki tujuan hidup mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk bisa mandiri, mengurangi beban orang tua dan kemudian bisa menikah dengan pasangannya.

Biasanya lingkungan keluarga turut mempengaruhi dalam hal ini, jika orang tua pernah menjadi seorang karyawan maka anaknya memiliki kecendrungan untuk menjadi seorang karyawan juga. Tetapi bagaimana ketika menjadi karyawan mendapatkan hasil atau gaji tidak sesuai dengan harapan dan tujuan hidup pada saat itu.

Anda memiliki penghasilan yang tidak cukup tiap bulannya bahkan setelah Anda menekuni bidang ini selama berbulan-bulan bekerja tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Rasa kecewa itu akan timbul dan Anda mulai bertanya pada diri sendiri mengapa hal ini bisa terjadi, harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
Jangan salahkan keadaan yang membuat Anda kecewa tetapi salahkan dirimu sendiri karena berharap terlalu banyak. Riri
Disini Anda harus segera tersadar dan harus mencoba bidang lain atau suasana lain yang dapat menunjang sumber penghasilan Anda. Jangan terlarut dengan keadaan yang membuat Anda menjadi serba terbatas. Jangan meneruskan sesuatu yang membuat Anda menjadi bagian kecil saja dari sesuatu yang besar.

Banyak sekali bidang-bidang pekerjaan atau sumber penghasilan yang sebenarnya bisa Anda manfaatkan untuk menunjang sumber penghasilan Anda ke arah yang lebih baik. Hal yang musti Anda lakukan pertama kali adalah mengeluarkan bakat terpendam atau potensi lain yang sebenarnya sudah Anda miliki.

Tetapi Anda belum tersadar dan berani memanfaatkan bakat tersebut menjadi sumber penghasilan yang Anda bisa andalkan. Disini sebenarnya saya akan membahas satu persatu mengenai cara memanfaatkan rasa kecewa menjadi keuntungan. Baik dalam hubungan berpacaran, hubungan pertemanan, hubungan rumah tangga maupun yang lebih spesifik lagi yaitu untuk bidang-bidang profesi dan kegiatan yang di geluti.

Tetapi bahasan akan sangat panjang jika diurai dalam satu kali tulisan saja. Oleh karena itu saya membaginya dalam beberapa tulisan singkat agar dengan mudah dipelajari.

Bahasan mengenai memanfaatkan rasa kecewa menjadi keuntungan bagi karyawan, atasan, pedagang maupun bagi sebagian pengusaha akan lebih spesifik lagi dibahas pada tulisan-tulisan selanjutnya.


About Mas Riri

Mulailah dari sesuatu yang kecil, terus menerus & serius melakukannnya karena keseriusan dan pantang menyerah adalah kombinasi yang sempurna untuk mencapai sebuah keinginan. My Quotes : "Make your shortcomings become a strong suit in the future."  Mas Riri.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.