Life Style

Ciri Orang Tua Memiliki Anak Sukses Berdasarkan Sains

anak sukses
Tahukah Anda beberapa ciri orang tua yang memiliki kencendrungan mempunyai anak sukses berdasarkan sains? Setiap orang tua pasti ingin memiliki seorang anak yang sukses pada saat besar nanti. Kesuksesan yang akan diraih di masa yang akan datang akan sangat berpengaruh dari kebiasaan dan pola pengajaran dimasa kecil. Seorang anak yang sukses bukan hanya milik orang tua yang berpenghasilan besar dan berpendidikan tinggi saja. Setiap orang tua dapat memiliki anak sukses, asalkan memperhatikan beberapa cara jitu menurut sains (science : ilmu pengetahuan).

Ciri orang tua yang memiliki anak sukses berdasarkan sains dibagi dalam beberapa poin :

1. Mengajarkan kemampuan besosialisasi yang tepat.

Pada dasarnya setiap manusia adalah mahluk sosial. Mempunyai kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Dikarenakan sifat dasar manusia seperti ini menjadikan orang tua mempunyai pandangan bahwa bersosialisasi di anggap hal biasa saja (umum) dan tidak perlu di ajaran. Ada kecendrungan orang tua membiarkan anak berinteraksi dengan siapa saja yang mereka suka tanpa adanya kontrol dan pengajaran yang tepat dari orang tua.

Pernahkah Anda mengetahui seorang anak yang pendiam tiba-tiba menjadi lincah dan bandel ketika bergaul dengan teman yang membuatnya lebih bersemangat. Pernahkah juga Anda mengetahui seorang anak yang aktif dan penurut tetapi berubah menjadi sulit diatur ketika memiliki teman yang mempunyai kecendrungan sebagai anak yang nakal. Ini adalah salah satu penyebab adanya interaksi sosial yang kurang tepat.

Kemampuan bersosialisasi tersebut harus di arahkan dan di kontrol agar anak memiliki pola pikir kearah yang lebih baik. Jangan pernah berfikir jika anak Anda super nakal dimasa kecil kemudian dibiarkan dengan sifatnya tersebut akan berubah dengan sendirinya menjadi anak yang baik dan sukses di kemudian hari.

Jika seorang anak laki-laki maupun perempuan dalam pergaulannya selalu berkelahi dan bertengkar dengan teman mereka tidak dapat mengontrol emosi mereka, akan cendrung memiliki memori sebagai seorang pemberani yang arogan dan egois disaat besar nanti.

Hal ini dapat lebih buruk jika orang tua membiarkan anak tersebut mempunyai sifat seperti ini. Sebuah riset yang di lakukan oleh Researchers di PSU dan Duke University, dengan mengajarkan kemampuan besosialisasi yang tepat yaitu mengarahkan seorang anak dalam pergaulannya untuk selalu memiliki keinginan bekerja sama, saling menghargai dan saling membantu teman-temannya yang dalam kesulitan.

Jika seorang anak dapat memahami emosi dan kepentingan teman-temannya diluar dari urusan mereka sendiri lebih mungkin dapat mencapai kesuksesan di banding teman-temannya yang lain. Kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah ke arah yang lebih arif, santun dan bijak juga menjadi salah satu kunci dari ciri anak yang akan sukses nantinya.

2. Memiliki ekspektasi yang tinggi pada anak.

Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya. Kasih sayang orang tua yang diberikan kepada anak dapat menjadi salah satu penentu didalam keberhasilan seorang anak. Disini lagi peran orang tua dapat menentukan potensi anak dalam meraih kesuksesan.

Orang tua yang sangat menyayangi anaknya secara berlebih akan lupa memiliki ekspektasi / pengharapan yang tinggi pada seorang anak. Semua dibiarkan mengalir begitu saja tanpa sedikitpun berusaha jeli untuk mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki anak tersebut.

Orang tua hanya berkonsentrasi kepada pemenuhan kebutuhan sesaat di banding berusaha untuk menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki seorang anak. Jika orang tua mengetahui anaknya memiliki bakat bernyanyi, sesuaikan ekspektasi orang tua dengan bakat yang dimiliki anak tersebut dan alangkah lebih baik ungkapkan kepada anak sebuah harapan yang tinggi agar anak tersebut menjadi seorang penyanyi profesional nantinya. Ajarkan kepada anak untuk selalu optimis dapat meraih tingkat yang tertinggi pada bakat yang dimilikinya tersebut.

Baca juga :


Di dalam dunia pendidikan juga penting walaupun bukan menjadi satu-satunya tolak ukur yang membuat anak menjadi sukses. Sebuah studi yang dilakukan oleh seorang profesor UCLA dengan lebih dari 6000 anak-anak TK. Ketika orang tuanya percaya dan berusaha bahwa anak-anak mereka akan mencapai tingkat pendidikan mencapai universitas, anak-anak mereka akan memperoleh hasil test ujian lebih tinggi di banding dengan anak-anak yang memiliki orang tua yang tidak perduli dengan pendidikan anaknya dapat mencapai universitas tersebut.

Di Indonesia sendiri banyak contoh anak-anak berprestasi yang mencapai gelar sarjana walaupun orang tuanya memiliki dana yang terbatas. Orang tua mereka berusaha dengan sungguh-sungguh memenuhi kebutuhan mengejar pendidikan untuk anak yang dianggap lebih penting dibanding menggunakan dana yang terbatas tersebut untuk memanjakan anak dengan sesuatu yang kurang bermanfaat. Contoh orang tua yang seperti ini adalah salah satu ciri orang tua yang akan memiliki anak yang akan sukses nantinya.

Mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anaknya menjadi seorang anak yang berprestasi walaupun mereka sendiri hanya memiliki kemampuan dana & pendidikan yang terbatas. Seperti yang dibicarakan sebelumnya bahwa dunia pendidikan bukanlah satu-satunya penentu di dalam meraih kesuksesan. Tetapi perlu di ingat disini, seorang anak yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan berprestasi lebih banyak memiliki peluang karena dibutuhkan oleh Pemerintah, BUMN maupun Perusahaan Swasta dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dan sebuah karir yang cemerlang nantinya akan lebih dekat dengan mereka.

3. Membangun hubungan yang solid dengan anak.

Jika pada poin satu & poin dua sudah dimengerti dan di jalankan, pada poin tiga sebenarnya hubungan tersebut sudah terbentuk. Tetapi sejauh mana hubungan tersebut akan solid sehingga dapat mencapai tujuan bersama untuk mengantarkan anak meraih kesuksesan. Untuk mendapatkan hubungan yang solid tersebut harus melalui proses yang berkesinambungan, saling pengertian dan tidak mudah menyerah.

Untuk membangun hubungan yang solid, peran orang tua menjadi sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak menjadi pribadi yang selalu dapat diajak bekerja sama untuk meraih cita-citanya kelak. Peran orang tua dalam membantu menyelesaikan masalah bersama-sama adalah menjadi penting dalam membangun hubungan yang solid tersebut.

Mengajarkan keterbukaan didalam keluarga, mengemukakan pendapat satu-sama lain tanpa memaksakan pendapat orang tua menjadi sesuatu yang selalu benar adalah kunci dalam membangun hubungan yang solid tersebut. Memancing anak untuk bisa mengemukakan pendapat kemudian mengarahkankan pendapatnya agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai budi pekerti sangatlah baik di lakukan. Kesuksesan yang diraih nantinya tidak akan menjerumuskan anak kedalam kesuksesan yang bersifat sementara.

Sangat disayang jika sesuatu yang dipersiapkan dari kecil menjadi anak yang sukses akan kandas jika orang tua tidak menanamkan nilai-nilai budi perkerti tersebut. Nilai-nilai budi perkerti sangat penting di ajarkan kepada anak. Dengan mengajarkan mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan sebaiknya ditanam di dalam memori ingatan anak.

Diharapkan, ketika besar dan sukses nanti akan menjadi orang yang tidak serakah dan arogan. Jika keserakahan dan arogansi dapat mengganjal kesuksesannya ketingkat yang lebih tinggi lagi ini merupakan perjuangan yang sia-sia dari orang tua.

Baca juga :


4. Mengurangi tingkat stress.

Tidak dapat dipungkiri setiap orang tua pernah mengalami stress. Seberapa sering stress terjadi dan seberapa berat stress tersebut dirasakan sebaiknya tidak mempengaruhi rencana yang sudah disusun untuk mengantarkan anak untuk meraih kesuksesan tersebut. Pada poin empat ini peran orang tua paling dominan di dalam mempersiapkan kesuksesan anak.

Pada poin inilah orang tua harus waspada dan berhati-hati untuk selalu dapat mengontrol kadar strees orang tua agar tidak menyebar kepada anak. Jika orang tua mengalami stress yang berkepanjangan dan tidak dapat mengontrolnya tanpa disadari stress tersebut akan dirasakan juga oleh anak di dalam keluarga dan pada akhirnya akan mempengaruhi konsentrasi anak untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Oleh karena itu poin empat disini adalah sebagai penentu pada kesuksesan anak.

5. Memberikan pujian ketika mencapai prestasi tertentu.

Beberapa orang tua ada yang berfikir memberikan pujian kepada anak adalah sesuatu yang dapat membuat anak akan menjadi menyepelekan tugasnya. Ada juga orang tua yang menganggap pujian kepada anak akan membuat anak pada akhirnya nanti akan menyepelekan sesuatu pencapaian tersebut. Bahkan ada orang tua yang menganggap seorang anak yang meraih sesuatu tersebut adalah biasa saja dan tidak seberapa dibandingkan dengan dirinya yang pernah mencapai prestasi yang lebih tinggi dan hebat.

Jika orang tua yang berfikir demikian lebih baik melupakan saja keinginan mereka untuk memiliki anak yang sukses. Walaupun pujian bukan merupakan satu-satunya poin yang dapat dijadikan tolak ukur meraih kesuksesan anak. Tetapi hal ini merupakan strategi yang bagus dilakukan untuk membentuk pola pikir anak agar anak dapat mengetahui dan menyadari bahwa pujian tersebut akan didapat setelah dia berhasil melewati sesuatu pencapaian yang sulit tersebut.

Sebaliknya, jangan berikan pujian jika anak tidak mencapai hasil yang telah disepakati tersebut. Tetapi jangan juga mengintimidasi atau memarahi anak tersebut jika tidak berhasil mencapainya. Berikan terus dorongan kepada anak untuk lebih bersemangat untuk mengejar prestasinya dilain waktu. Berikan hadiah kecil jika suatu saat seorang anak sanggup mencapai target prestasi tertentu.

Jangan pernah orang tua menyepelkan soal pujian dan hadiah ini. Seorang anak tidak akan terlalu berfikir harga dari hadiah tersebut tetapi pemberian hadiah kecil akan selalu di ingat yang akan menjadi motivasi baru untuk lebih bersemangat mengejar prestasinya.

Gunakan strategi pujian dan pemberian hadiah ini menjadi senjata untuk memotifasi pola pikir anak.

Jika prestasi kecil yang dicapai berilah hadiah kecil dan pujian biasa saja. Begitu juga dengan prestasi besar yang diraih, hendaknya orang tua tidak ragu untuk memberikan hadiah yang lebih besar dan pujian yang lebih banyak atas pencapaianya tersebut.  Jika hal ini secara serius dan konsisten disepakati bersama antara orang tua dan anak maka jalan menuju kesuksesan anak akan terbuka lebih besar.


About Mas Riri

Mulailah dari sesuatu yang kecil, terus menerus & serius melakukannnya karena keseriusan dan pantang menyerah adalah kombinasi yang sempurna untuk mencapai sebuah keinginan. My Quotes : "Make your shortcomings become a strong suit in the future."  Mas Riri.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.